12 Sep 2019 · ADMIN

APAKAH ANAK HOMESCHOOLING BISA MELANJUTKAN KE SEKOLAH BIASA?

Apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke sekolah biasa? Apakah anak homeschooling bisa pindah ke sekolah formal? Untuk menjawab pertanyaan ini, sebelumnya kami akan memaparkan beberapa penyebab kenapa pertanyaan ini bisa muncul.

Karena bagi sebagian besar praktisi homeschooling berpikir, jika sudah memilih homeschooling untuk apa pindah ke sekolah biasa? Keinginan untuk pindah itu sebenarnya disebabkan oleh beberapa hal antara lain;

1. Tidak Memiliki Kemantapan Hati Saat Memulai Homeschooling

Sebelum memilih homeschooling sebagai jalur pendidikan anak, orangtua harus memikirkannya secara MATANG DAN MANTAP. Menimbang keuntungannya, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dan minat anak.

Juga memperhatikan resikonya, apakah orangtua dan anak siap menanggung resiko yang mungkin akan dialaminya. Jika sudah mantap dengan homeschooling, maka jalankan. Jika belum benar-benar mantap sebaiknya ditunda dulu.

Apabila Anda belum memiliki kemantapan hati tapi tetap menjalankan homeschooling, akibatnya keinginan untuk pindah ke sekolah formal itu akan muncul.

2. Memilih Homeschooling karena Tren

Memilih homeschooling bukan soal tren atau biar nampak keren. Homeschooling itu perihal PILIHAN HATI, koordinasi dengan pasangan dan ikhtiar demi masa depan pendidikan anak.

Jika sekedar mengikuti tren, semangat Anda dalam menjalani homeschooling akan mudah sekali down dan keputusan Anda terkait homeschooling bisa berubah kapan saja.

3. Mengalami Perceraian

Homeschooling adalah pendidikan berbasis keluarga dimana orangtua menjadi penanggung jawab utama pendidikan anaknya.

Bukan hanya berbicara mengenai proses akademis, praktik homeschooling justru 80% lebih menitikberatkan pada proses pengasuhan. Oleh sebab itu, kerjasama dengan pasangan sangat dibutuhkan.

Jika orangtua bercerai, maka tujuan pendidikan dan pembagian tugas yang sudah dibuat bisa menjadi kacau. Oleh sebab itu, muncul pemikiran untuk memindahkan anak ke sekolah formal.

4. Mengalami Kematian

Seperti poin di atas, tugas pengasuhan dan pendidikan homeschooling pada umumnya dibagi berdua dengan pasangan. Jika salah satu mengalami kematian, maka tugas dan peran yang sudah dibagi menjadi TAK MUDAH untuk dilakukan sendiri.

Solusi dari keempat masalah yang kami paparkan di atas adalah melanjutkan pendidikan ke sekolah biasa.

APAKAH ANAK HOMESCHOOLING BISA MELANJUTKAN KE SEKOLAH BIASA?

Lalu, apakah anak homeschooling bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah biasa? Apakah anak homeschooling bisa pindah ke sekolah formal?

Jawabannya adalah BISA. Di Indonesia terdapat 3 jalur pendidikan diantaranya;

  • Jalur Pendidikan Formal (sekolah dasar dan menengah)
  • Jalur Pendidikan Nonformal (lembaga kursus, kelompok bermain, PKBM)
  • Jalur Pendidikan Informal (pendidikan keluarga dan masyarakat)

Dan, di Indonesia sendiri jalur pendidikannya menganut sistem multi entry, multi exit. Artinya, anak Anda bisa berpindah jalur pendidikan kapan saja sesuai dengan KONDISI DAN KEBUTUHANNYA.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan telah dijelaskan dalam Pasal 71 dan 73 mengenai perpindahan jalur ini.

Pasal 71 mengatur tentang perpindahan di awal jenjang SMP;

(1) Peserta didik pada SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat sudah menyelesaikan pendidikannya pada SD, MI, Paket A atau bentuk lain yang sederajat.

(2) SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat wajib menerima warga negara berusia 13 (tiga belas) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun sebagai peserta didik sampai dengan batas daya tampungnya.

Pasal 73 mengatur tentang perpindahan yang terjadi tidak pada awal jenjang;

(1) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SD, MI atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 1 (satu) setelah lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan.

(2) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP, MTs atau bentuk lain yang sederajat sejak awal kelas 7 (tujuh) setelah lulus ujian kesetaraan Paket A.

(3) Peserta didik jalur nonformal dan informal dapat diterima di SMP, MTs atau bentuk lain yang sederajat tidak pada awal kelas 7 (tujuh) setelah memenuhi persyaratan:

a. lulus ujian kesetaraan Paket A; dan

b. lulus tes kelayakan dan penempatan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan formal yang bersangkutan.

Berdasarkan peraturan tersebut, sudah jelas bahwa anak homeschooling bisa pindah atau melanjutkan ke sekolah biasa. Perpindahannya bisa dilakukan di awal jenjang maupun di pertengahan kegiatan belajar dan mengajar.

Misalnya, saat ini anak Anda homeschooling dan setara dengan kelas 3 SMP. Setelah lulus ujian kejar B, karena alasan tertentu anak Anda ingin kembali ke sekolah formal. Dengan adanya UU Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan lebih tepatnya pada Pasal 71, maka anak Anda bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah biasa.

Nah, jika saat ini anak Anda homeschooling dan setara dengan kelas 2 SMP, kemudian karena satu dan lain hal dia ingin kembali ke sekolah biasa, pun dengan UU Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan lebih tepatnya pada Pasal 73, dia bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah biasa.

Intinya, tidak perlu khawatir dengan hal ini. Sudah ada aturan yang menjaga dan melindungi hak-hak anak homeschooling jika mengalami masalah tertentu terkait dengan keberlangsungan pendidikannya.

APAKAH PERPINDAHANNYA SEMUDAH ITU?

Meskipun sudah tertera dengan jelas mengenai peraturan melanjutkan pendidikan ke sekolah biasa, pada praktiknya perpindahan anak homeschooling tidaklah selalu mudah. Semua tergantung dari koordinasi orangtua dengan pihak sekolah.

Namun, dari kebanyakan kasus kesulitan perpindahan itu terjadi karena beberapa hal diantaranya;

  1. Pihak sekolah yang dituju belum mengetahui dan memahami dengan baik mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010.
  2. Orangtua ingin bergabung dengan sekolah favorit yang mana menjadi rebutan banyak peserta didik.
  3. Syarat administrasi anak homeschooling belum terpenuhi.

Untuk mengatasi kesulitan pada poin pertama, maka Anda perlu MENGEDUKASI pihak sekolah mengenai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010.

Sedangkan untuk mengatasi kesulitan pada poin kedua, sebaiknya Anda tidak terlalu pilih-pilih sekolah. Indikator terpenting dalam memilih sekolah adalah lingkungan yang positif baik dari teman-teman anak atau civitas sekolah.

Untuk poin yang ketiga, biasanya pihak sekolah meminta orangtua menyertakan rapor atau bukti bahwa anak telah menjalankan proses kegiatan belajar. Serta menanyakan bagaimana proses pendidikan anak selama homeschooling, sampai mana pemahaman atau kedalaman pengetahuan anak.

Sayangnya, banyak orangtua atau praktisi homeschooling yang tidak mendokumentasikan pencapaian atau nilai-nilai dari latihan soal yang pernah dikerjakan anak.

Jadi, untuk mengantisipasi hal ini kami sarankan pada orangtua untuk rajin membuat catatan perkembangan pendidikan atau portofolio hasil karya anak khususnya yang berkaitan dengan hal akademis.

Hal ini jelas akan membantu pihak sekolah dalam melihat sampai mana perkembangan pengetahuan anak Anda. Selanjutnya, mereka akan lebih mudah untuk menempatkan anak Anda pada jenjang yang paling tepat.

Sekian informasi dari kami mengenai apakah anak homeschooling bisa melanjutkan ke sekolah biasa. Semoga dapat membuka wawasan dan membatu memberikan solusi untuk masalah Anda.

LATEST POSTS

DOWNLOAD MATERI

Tentang kami

Profile Lembaga  

              

GALLERY OF SCHOOL