21 Oct 2019 · ADMIN

5 Bukti PR adalah Sumber Tekanan dan Stres Bagi Anak

Sewaktu kecil, saya memang rajin mengerjakan PR.

Tapi, sejujurnya saya SUKA SEKALI jika Bapak atau Ibu guru terhormat tidak pernah memberikan PR pada saya dan teman-teman sewaktu sekolah.

Kenapa?

Karena dampak negatif pr itu lho bisa sampai membuat anak stres dan tertekan.

Oh benarkah, ini Buktinya!

Pertama, katanya pr membuat anak memprioritaskan kegiatan sekolah.

Sebuah penelitian menyatakan tiap anak menghabiskan waktunya untuk mengerjakan pr selama 3 sampai 5 jam sehari.

Dan, ini salah satu dampak negatif pr; sumber tekanan sekaligus stres bagi anak.

Anda harus ingat!

Sekolah adalah salah satu tempat untuk menempa diri anak.

 

Supaya mereka mengenal dirinya dengan lebih baik. Tahu potensinya dan paham bagaimana menggunakan potensi itu agar menjadi bermanfaat.

 

Sekolah hanya menjadi salah satu tempat. Bukan satu-satunya tempat untuk belajar dan menempa diri.

Jangan anggap kegiatan sekolah jauh lebih penting dari segalanya.

Setelah pulang sekolah, anak akan bertemu dengan orangtua, saudara dan lingkungan tempat tinggalnya. Hubungan itu juga perlu dieksplore.

Kedua, katanya pr membuat anak lebih bertanggung jawab.

Kata siapa?

Lha wong setiap hari anak masih harus diingatkan orangtua!

  • Nak, ada pr nggak?
  • Nak, sudah kerjakan pr belum?
  • Nak, jangan lupa cek dulu sebelum tidur siapa tahu ada pr yang belum kamu kerjakan.

Kata siapa pr bisa meningkatkan tanggung jawab anak, kalau tiap hari Anda masih mengingatkan mereka mengerjakan pr?

Ketiga, katanya pr membuat anak selalu ingin belajar.

Fakatnya tidak sama sekali.

Anak-anak belajar dari pagi sampai dengan sore hari.

Berkutat dengan hafalan, materi penuh teori, rumus yang lebih sering disampaikan dengan cara yang membosankan; ceramah.

Sampai di rumah, mereka belum sempat istirahat. Masih harus berangkat ke tempat kursus.

 

Di tempat kursus, biasanya tutor membantu anak mengerjakan pr. Sampai di rumah malam hari, masih harus belajar lagi materi pelajaran untuk esok.

 

PR tidak membuat anak selalu ingin belajar.

Dampak negatif PR membuat anak muak dengan kata belajar.

Keempat, katanya pr membuat anak belajar mengatur waktu

Seperti yang sudah saya ungkapkan tadi, anak-anak berkutat dengan materi akademis seharian.

  • Di sekolah,
  • tempat kursus; dan
  • di rumah.

Pertanyaannya, bagian yang mana pr bisa membantu anak mengatur waktu?

Karena sibuk dengan pelajaran akademis dan tugas rumah, mereka jadi tidak ada kesempatan me time.

 

Kapan mereka punya waktu berkualitas bersama Anda, orangtuanya?

 

Dampak negatif PR adalah kehilangan waktu berkualitas bersama anak.

Anda mungkin berdalih, masih ada weekend.

Tapi apakah Anda yakin anak-anak saat weekend bersama Anda? Atau mereka malah lebih suka jalan bareng teman-temannya?

Cara melatih anak mengatur waktu adalah membiasakan mereka mengerjakan hal-hal yang bervariasi.

Bukan menggelontorkan PR sebanyak mungkin.

Kelima, katanya pr menjadi wadah untuk mengecek pemahaman anak mengenai sebuah materi.

Mengecek pemahaman siswa adalah tugas guru, bukan tugas PR.

Guru yang terbiasa memberikan banyak pr untuk muridnya adalah guru yang TIDAK YAKIN dengan kemampuannya mengajar di kelas.

 

Buktinya, anak diminta memahami sendiri dengan cara memberikan pr sebanyak mungkin.

 

Kemudian, guru akan memeriksa pr tersebut.

Anak mendapatkan angka 100, tapi apakah guru tahu bahwa PR itu mungkin saja tidak dikerjakan anak sendiri.

  • Bisa jadi PR dikerjakan anak di tempat kursus
  • Bisa jadi anak dibantu orangtuanya

Apakah ini bisa dikatakan mengukur pemahaman anak terhadap sebuah materi?

Guru yang baik tidak sekedar memberikan PR yang ada di lks atau buku paket apa adanya.

 

Guru yang baik memberikan pr sesuai porsi. Menentukan lebih dulu tujuan yang ingin dicapai dan manfaat yang ingin diraih setelah anak mengerjakan pr.

 

PR bukan untuk mengecek pemahaman anak.

PR adalah salah satu instrumen yang digunakan untuk mengukur pemahaman. Yang menentukan anak paham atau tidak adalah guru.

Bukan hasil dari PR!


Dimanapun tempatnya, akan selalu ada yang pro kontra mengenai pr bagi siswa.

Tapi, saya percaya orangtua yang berpikir dan mencintai anaknya pasti paham bahwa PR bukanlah sesuatu yang krusial.

Hingga anak harus diingatkan tiap waktu. Sesekali, tanyakanlah kabar anak.

  • Jajan apa di sekolah
  • Main apa?
  • Siapa yang paling usil dan tengil di kelas hari ini?

LATEST POSTS

DOWNLOAD MATERI

Tentang kami

Profile Lembaga  

              

GALLERY OF SCHOOL