23 Oct 2019 · ADMIN

Inilah Penyebab Anak Sering Lupa Materi Pelajaran

Sekarang, saya akan meminta Anda untuk menghitung perkalian berikut, tapi syaratnya tidak boleh menggunakan alat bantu seperti kalkulator.

 

3409875686 X 5691134 = . . .

 

Saya yakin Anda malas untuk beranjak dan menghitung angka tersebut. Kenapa? Karena tidak penting untuk Anda. ‘Buat apa saya susah-susah menghitungnya, toh tak ada untungnya buat saya’.

That’s rite!

Sekarang, saya akan berikan uang tunai sebesar Rp 100.000.000 kepada Anda jika Anda dengan sukarela mau menghitung dan memberikan jawabannya pada saya.

Wah, saya yakin Anda langsung bergegas menghitung! Sayangnya, saya hanya bercanda. Saya takkan benar-benar memberikan uang itu pada Anda.

Ini hanya ilustrasi. Bahwa semakin mudah sebuah informasi masuk ke dalam kepala kita, maka semakin lama informasi tersebut tersimpan dalam memori kita.

Kalau memang seperti itu, lalu kenapa selama ini kita mudah lupa? Apa penyebab sering lupa? Kenapa anak kita sering lupa dan kurang konsentrasi dalam belajar?

Berikut beberapa penyebab sering lupa materi pelajaran yang sering terjadi pada anak Anda.

1. Informasi Tidak Bermakna

Otak manusia memproses banyak informasi dalam sekali waktu. Hanya informasi yang dianggap penting dan relevan dengan dirinya yang akan mendapat perhatian khusus dari otak.

Nah, apabila informasi atau pengetahuan yang masuk dianggap tak bermakna oleh otak anak, maka akan langsung dilupakan.

Misalnya, anak Anda sedang mempelajari rumus phytagoras. Karena menganggap rumus tersebut tak penting dan tak ada relevansi dengan kesehariannya, anak-anak melupakannya begitu saja setelah waktu ulangan berlalu.

 

Padahal, anak Anda begitu hafal karakter-karakter dalam games lengkap beserta kekuatan dan senjata yang dimilikinya.

 

Tapi, kalau diminta menghafal materi pelajaran susahnya minta ampun!

Karena anak belum menemukan relevansi atau makna dari apa yang dipelajari. Kalau anak paham dan tertarik, mereka pasti akan mudah memasukkan materi pelajaran ke dalam otak.

2. Mendapat Gangguan

Penyebab sering lupa di usia muda juga diakibatkan oleh gangguan.

Misalnya, saat anak belajar dan menghafalkan materi pelajaran baru, Anda sedang menonton sinetron.

Yang mana suara dari tv Anda terdengar hingga ke ruang belajar anak. Akibatnya, proses memasukkan informasi ke dalam otak jadi terganggu.

3. Sulit Fokus dan Konsentrasi

Saat anak memasukkan informasi ke dalam otak, ternyata mereka tak bisa fokus dan berkonsentrasi.

 

Hal ini disebabkan karena terlalu banyak hal yang mereka pikirkan dalam waktu yang bersamaan.

 

Misalnya, mereka harus belajar dan mempersiapkan diri untuk menghadapi ulangan, tapi di saat yang bersamaan anak teringat pertengkarannya di sekolah degan teman sekelas.

Pemikiran-pemikiran ini jelas akan membuat anak sulit fokus dan berkonsentrasi dalam belajar.

4. Gangguan Emosional

Kondisi emosi yang tidak terkontrol jelas akan mempengaruhi cara anak dalam memasukkan informasi ke dalam otaknya.

Mungkin mereka sering dibully oleh teman sekelasnya atau Anda sering beradu argumen dengan pasangan yang membuat anak tak nyaman berada di rumah.

Suasana rumah atau keluarga yang tak kondusif sangat mempengaruhi kondisi emosi anak.

Jadi, usahakan untuk memberi dukungan pada anak dengan cara menjaga lingkungan rumah tetap kondusif dan positif, sehingga emosi anak terkontrol.

5. Kelelahan Fisik

Penyebab lupa dan susah konsentrasi juga bisa terjadi karena fisik yang lelah.

 

Tubuh dan pikiran manusia saling mempengaruhi satu sama lain. Jika fisik lelah, maka kerja pikiran melambat. Jika pikiran lelah, fisik pun menjadi lemah.

 

Kelelahan fisik bisa terjadi karena anak kurang istirahat, kurang jam tidur, terlalu sering beraktivitas di luar rumah bahkan belajar terlalu keras pun bisa mengakibatkan kelelahan.

Sebaiknya, perhatikan manajemen waktu anak Anda. Seimbangkan antara waktu belajar, berkegiatan di luar rumah maupun dalam menjalankan hobi.

6. Terlalu Banyak Mengkonsumsi Zat Kimia

Pola makan jelas sangat memberi andil dalam proses memasukkan informasi ke dalam otak.

Semakin sehat makanan yang dikonsumsi, semakin baik pula kinerja otak.

 

Semakin sering mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kimia, maka makin lambat performa otak kita.

 

Jika sejak kecil anak banyak mengkonsumsi obat-obatan karena sakit-sakitan, maka zat kimia dalam obat itu secara perlahan akan membunuh sel otak anak.

Mulai sekarang, perhatikan pula pola makan dan kandungan gizi dari tiap makanan yang dikonsumsi anak.

LATEST POSTS

DOWNLOAD MATERI

Tentang kami

Profile Lembaga  

              

GALLERY OF SCHOOL