24 Oct 2019 · ADMIN

Sadarkah Anda, Anak Disibukkan dengan Materi Akademis dan Tak Diberi Kesempatan Mengembangkan Potensi

Lebih dari 80% anak Indonesia tak mampu mengembangkan potensinya secara optimal.

Ini disebabkan sistem pendidikan hanya fokus mengajari hal-hal akademis dan melupakan potensi anak.

Ingat, tiap anak itu UNIK!

Mereka lahir dan berkembang dengan latar belakang berbeda. Membawa minat, kecepatan serta gaya belajar berbeda.

Jadi, sistem pendidikan yang menyamaratakan kemampuan anak dan meminta mereka mencapai standar yang sama itu TIDAK ADIL.

Sistem pendidikan harus disesuaikan dengan KEBUTUHAN dan KONDISI masing-masing anak. Anak yang tinggal di pantai, desa atau pegunungan harus dibekali kecakapan berbeda dengan anak yang tinggal di kota.

Kalau semua anak harus pintar matematika, fisika, kimia, biologi dan akuntansi, siapa yang akan meneruskan industri kreatif dunia?

MOZART (komponis)

SOICHIRO HONDA (pengusaha otomotif)

JOHN LENNON (pemusik)

BASUKI ABDULLAH (pelukis)

PRAMOEDYA ANANTA TOER (sastrawan)

TITIK PUSPA (seniman)

ANNE AVANTIE (desainer)

MIRA LESMANA (sutradara dan produser)

WISHNUTAMA (CEO NET tv)

Dan tokoh dalam bidang kreativitas lainnya.

Mereka juga memiliki kekurangan, mungkin dalam hal fisika atau biologi. Soichiro Honda bahkan tak sekolah karena sejak kecil sudah membantu ayahnya di bengkel.

Mozart pun tak mengenyam pendidikan formal karena fokus belajar musik di rumah bersama ayahnya.

Tapi, itu tak masalah! Tiap anak memiliki minat dan potensi yang khas. Pendidikan yang tepat PASTI MENGHARGAI dan MEMBERI TEMPAT untuk kekhasan itu.

LATEST POSTS

DOWNLOAD MATERI

Tentang kami

Profile Lembaga  

              

GALLERY OF SCHOOL